BONE BOLANGO - Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Syamsu Qamar Badu, mengaku bersyukur bahwa pembangunan gedung kampus baru UNG di Kabupaten Bone Bolango akhirnya bisa direalisasikan.
“Pertama, yang bisa saya sampaikan pada hari ini adalah ucapan Alhamdulillah dan kedua akhirnya. Kenapa? Karena memang perjuangan untuk merealisasikan pembangunan gedung kampus baru di Bone Bolango yang dimulai hari ini, itu lebih kurang 7-8 tahun selamanya kita berjuang,”kata Syamsu Qamar Badu dalam sambutannya pada peletakan batu pertama pembangunan kampus baru UNG di Kabupaten Bone Bolango yang berlokasi di Desa Moutong Kecamatan Tilongkabila, Kamis (20/7).
Syamsu Qamar Badu mengatakan pembangunan kampus baru di Bone Bolango ini, hanya akan memakan waktu kurang lebih 14 bulan.”Jadi Insya Allah pada bulan September 2018 atau kalau molor-molor sedikit, itu sampai Oktober 2018 pembangunan kampus baru UNG ini selesai,”katanya.
Menurutnya, proyek pembangunan kampus baru UNG ini nantinya akan memindahkan empat gedung fakultas, diantaranya Fakultas Sastra dan Budaya, Gedung Fakultas MIPA, Gedung Fakultas Teknik, Gedung Fakultas Pertanian, dan termasuk satu Gedung Perpustakaan sebagai jantung akademik secara menyeluruh.
Diharapkan dengan berpindahnya empat gedung fakultas dan satu gedung perpustakaan ini, akan membuat kondisi pelayanan dan operasional kampus menjadi ideal. Karena akan ada lebih kurang 8 ribu mahasiswa di kampus UNG lama di Kota Gorontalo yang akan berpindah ke kampus baru di Bone Bolango.”Tentu saja, makin lama makin bertambah dan itu akan di mulai pada semester genap tahun akademik 2018-2019 mendatang,”ujarnya.
Syamsu Qamar Badu menjelaskan hingga saat ini, UNG di Kota Gorontalo memiliki 10 fakultas dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 20 ribu dan hanya menempati area kampus seluas 20 hektar.”Insya Allah dengan pembangunan kampus baru di Bone Bolango dengan kondisi yang ideal akan meningkatkan prestasi kampus ini dimasa-masa yang akan datang,”harapnya.
Namun tentu saja, kata Syamsu Qamar Badu, bahwa pihaknya masih perlu ada tambahan lahan. Semoga tambahan lahan yang semula disepakati ini antara Pemkab Bone Bolango dan UNG, itu kedepannya bisa terealisasi.
“Kami mohon juga suport dari Pemprov Gorontalo, terutama dari segi infrastruktur pendukung kampus baru di Bone Bolango ini, salah satunya jalan-jalan yang ada di dalam kampus. Ini tentu memang perlu suport dari Pemprov Gorontalo. Tentu saja secara keseluruhan kita memohon kesediaan dari pak Menristekdikti untuk selalu mensuport pengembangan kampus UNG ini secara menyeluruh,”papar Syamsu Qamar Badu.
Sebelumnya, Direktur Exekutif Project Implementation Unit IDB Universitas Negeri Gorontalo, Eduart Wolok dalam laporannya terkait dengan proyek pembangunan kampus baru UNG di Kabupaten Bone Bolango, menyampaikan bahwa jumlah gedung kampus baru UNG yang akan dibangun dalam proyek tersebut ada 13 gedung.
“Ketiga belas gedung ini, nantinya akan di tempati 4 fakultas dan 1 Perpustakaan , dengan luas gedung total 36.387 meter persegi dengan waktu pelaksanaan selama 425 hari kalender. Gedung ini nantinya akan di lengkapi dengan infrastruktur pendukung termasuk furniture dan alat laboratorium,”jelasnya.
Eduart Wolok mengutarakan bahwa Lokasi yang digunakan untuk pembangunan kampus baru UNG ini adalah hibah tanah dari pemerintah Kabupaten Bone Bolango seluas 32,5 hektar.”Adapun lokasi yang ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Bone Bolango adalah yakni 100 hektar dengan alokasi awal UNG adalah 50 hektar dan Insya Allah kedepan akan kita penuhi bersama,”tuturnya. (Humas/Kadir)