BONE BOLANGO – Setelah sekian lama menunggu kepastian, akhirnya pembangunan gedung baru kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Kabupaten Bone Bolango yang berlokasi di Desa Moutong, Kecamatan Tilongkabila terealisasi.
Ini ditanda dengan peletakan batu pertama masing-masing oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI, Prof. Mohamad Nasir, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, Bupati Bone Bolango Hamim Pou, dan Rektor UNG Syamsu Qamar Badu, Kamis (20/7).
Pembangunan gedung kampus baru UNG di Bone Bolango ini didanai lewat proyek Islamic Development Bank (IDB) yang bernilai kurang lebih Rp400 miliar. Gedung Baru yang akan dibangun meliputi Gedung Fakultas Sastra dan Budaya, Gedung Fakultas MIPA, Gedung Fakultas Teknik, Gedung Fakultas Pertanian dan Gedung Perpustakaan yang akan dibangun di atas lahan seluas 32,5 hektar.
Menristekdikti Prof. Mohamad Nasir dalam sambutannya mengatakan dalam gedung pembangunan kampus baru UNG ini, pemerintah berusaha sekeras-kerasnya untuk menyediakan fasilitasnya. Karena itu, diharapkan pembangunan gedung kampus baru UNG ini, selain bisa meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di kampus UNG.”Lebih penting lagi adalah ini memiliki dampak positif dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan riset di UNG,”katanya.
Setelah gedung kampus baru UNG ini selesai, kata Menristekdikti Mohamad Nasir, nantinya Kemenristekdikti hanya menagih janji saja, berapa jumlah publikasi internasional yang akan diterbitkan dari UNG kedepan. Selain itu, berapa jumlah riset yang dihasilkan, dan kapan UNG bisa jadi universitas berakreditasi A.
“Ini janji yang akan kami tagih nanti, karena ini tujuan saya adalah bagaimana perguruan tinggi di Indonesia bisa meningkatkan mutunya yang lebih baik. Kalau di tahun 2018 nanti, UNG menjadi perguruan tinggi yang akreditasi institusinya adalah A, berarti UNG adalah universitas yang ketiga di Sulawesi yang institusinya berakreditasi A,”ujarnya.
Kepada pihak kontraktor, Menristekdikti Mohamad Nasir berharap agar mengerjakan proyek pembangunan kampus baru UNG tersebut sesuai dengan Detail Engineering Design (DED) yang telah dirancang dengan baik.”Kerjakan dengan sebaik-baiknya proyek ini. Demikian pula pengawasnya harus bekerja dengan baik. Pengawasan harus dilakukan terhadap kontraktor yang akan melaksanakan proyek ini,”pesannya.
Paling penting sekali, lanjut Mohamad Nasir adalah setelah pembangunan gedung ini sudah selesai, maka harus dikelola dan dirawat dengan baik. Biasaya kita itu mudah membangun, tapi tidak bisa merawat.”Ini hati-hati, ini yang harus kita jaga betul. Mudah-mudahan UNG bisa mengelola dan merawatnya dengan lebih baik,”imbaunya.
Mohamad Nasir menjelaskan bahwa pembangunan kampus baru UNG, masuk dalam satu paket proyek untuk tujuh proyek (seven in one) di Kemenristekdikti. Proyek seven in one tersebut dilaksanakan di tujuh perguruan tinggi, yaitu Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Universitas Tanjungpura (UNTAN), Universitas Lambung Mangkurat (ULM), serta Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH).
“Selain UNG, perguruan tinggi lain yang telah melaksanakan peletakan batu pertama pada hari ini, paket seven in one adalah UNSYIAH pada tanggal 5 Mei 2017 kemarin,”jelasnya. (Humas/Kadir)