BONEBOL – Bupati Bone Bolango (Bonebol) Hamim Pou kembali melantik tiga kepala desa (Kades) terpilih hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahun 2017.
Ketiga Kades yang dilantik tersebut, diantaranya Kades Tulabolo Timur Kecamatan Suwawa Timur, Ardin Mohi, Kades Dumbayabulan Kecamatan Suwawa Timur, Miman Dahlan Liputo, dan Kades Bondawuna Kecamatan Suwawa Selatan, Rauf Latedu.
Prosesi pelantikan ketiga Kades oleh Bupati Bonebol Hamim Pou itu, berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Suwawa Timur, Rabu (7/2).
Pada kesempatan itu, Bupati Bonebol Hamim Pou didampingi Wakil Bupati Mohamad Kilat Wartabone dan Ketua TP. PKK Lolly Hamim Pou, menitipkan pesan kepada para Kades yang dilantiknya itu agar setelah dilantik harus menjadi Kades untuk semua rakyatnya.”Tidak boleh hanya menjadi Kades untuk pemilih-pemilih kita. Jangan hanya warga yang pilih anda, itu yang dilayani, tidak bisa seperti itu,”tegas Hamim Pou.
Hamim pun berharap pasca pelantikan ketiga Kades terpilih tersebut, suasana desa masing-masing harus tetap dalam keadaan aman dan damai.”Ketiga Kades yang dilantik hari ini adalah hasil dari proses demokrasi. Kita harus hargai suara terbanyak, dan yang lainnya harus bisa mengakui dan patuh terhadap hasil akhir dari proses demokrasi tersebut,”tandasnya.
Namun demikian, Hamim mengingatkan kepada ketiga Kades yang sudah resmi dilantiknya itu, harus terbuka juga terhadap masukan, kritikan maupun saran dari masyarakatnya.”Sepedis apapun masukan dan kritikan tersebut, Kades harus bisa menerimanya. Tapi juga yang memberikan kritikan harus ada i’tikad baik, tidak saling fitnah, dan lain sebagainya,”tuturnya.
Kepada ketiga Kades itu, Hamim juga menitipkan untuk harus dan segera bekerja. Dia meminta Kades terpilih itu agar membuka kembali kontrak kinerja antara Bupati dengan Kades sebelumnya dalam rangka penurunan angka kemiskinan dimasing-masing desa.
Menurutnya, kontrak kinerja yang ditandatangani Kades sebelumnya, bukan individu tapi kelembagaan. Ada ikatan hukumnya, dan perjanjian kinerja antara Bupati dan Kades sebelumnya itu mengikat.”Jadi wajib bagi Kades terpilih untuk membuka kembali perjanjian kinerja itu dan harus melaksanakan serta merealisasikannya,”tandas Hamim.
Lebih lanjut Hamim menegaskan salah satu perintahnya yang paling penting kepada seluruh Kades di Bonebol adalah bagaimana semuanya harus mampu menurunkan rumah tangga msikin (RTM) di desanya masing-masing.”Harus fokus disitu, karena uang di desa sekarang banyak. Setiap desa mengelola dan mendapatkan anggaran baik dari Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa (ADD), itu sebesar Rp1 miliar lebih,”tegasnya.
Dulu kata Hamim, di desa tidak ada uang, tapi desa-desa berkembang dengan baik. Nah, sekarang desa-desa mendapatkan dan mengelola uang yang banyak, tapi yang menjadi pertanyaan uang banyak kenapa desa tidak bertumbuh, tidak maju, dan kemiskinannya tidak berkurang.
Karena itu, dia meminta BPD di desa setempat agar bisa bersama-sama dengan Kades mengoptimalkan anggaran yang masuk ke desa-desa saat ini, baik itu ADD maupun Dana Desa. Dengan semangat kebersamaan dan semangat membangun, kata Hamim, Insya Allah desa cepat kelihatan kemajuan dan perkembangannya.
Diakhir penyampaiannya, Hamim meminta masyarakat juga harus mendukung Kades-nya yang terpilih. Tidak boleh ada pergantian aparat desa yang dilakukan oleh Kades. Tidak boleh ada dendam-dendam dan sebagainya tidak boleh ada pergantian aparat desa. Memang itu wewenang Kades, tapi harus rekomendasi Camat. Kecuali ada aparat desa yang kinerjanya buruk, itu boleh diganti.”Selama dia kerjanya bagus, tidak perlu ada pergantian,”imbau Hamim.
Dia juga menitipkan kepada seluruh aparat desa dan masyarakat untuk bersama-sama bekerja terutama dalam menjaga keamanan dan persatuan.”Kuncinya adalah kita harus bekerja untuk kesejahteraan. Semua itu bisa kita capai dengan kerja keras,”pungkas Hamim Pou. (Hms/Kadir)