Bonebol – Bupati Bone Bolango (Bonebol) Hamim Pou memberikan suport dan dukungannya terhadap pelaksanaan musyawarah hambur tanam padi untuk musim tanam II wilayah Irigasi Lomaya dan Irigasi Alale tahun 2018, yang digelar di Kecamatan Tilongkabila, Selasa (15/5).

“Musyawarah ini penting, terutama bagi para petani sawah, pengguna air maupun pemakai air dalam rangka rencana hampur tanam padi musim tanam II wilayah Irigasi Lomaya dan Irigasi Alale tahun 2018,”ujar Bupati Hamim Pou.

Meski pelaksanaan musyawarah tersebut agak berjalan sengit, karena adanya dua pendapat tentang jadwal maupun tanggal hambur tanam padi tersebut, yakni ada yang menginginkan mulai tanggal 3 Juni 2018 dan ada yang mulai tanggal 12 Juni 2018. 

Namun mengingat, saat ini masih ada beberapa wilayah kecamatan yang sementara melakukan panen padi, maka musyawarah hambur tanam padi musim tanam II tersebut, disepakati oleh forum musyawarah, itu dimulai tanggal 12-26 Juni 2018 mendatang.

“Saya mensuport sepenuhnya hasil kegiatan musyawarah ini. Walaupun agak sengit dan itu hal biasa dan dinamika. Mudah-mudahan lewat pelaksanaan musyawarah yang luar bisas ini bisa menghasilkan yang terbaik untuk kita semua, terutama para petani,”kata Hamim Pou.

Penting untuk kita semua, bahwa musyawarah hampur tanam ini jangan hanya dibuat asal-asal. Karena itu butuh kesepakatan bersama. Tidak boleh ada ego pribadi atau kelompok, ini demi kepentingan besar kedepan dan kepentingan kita semua, utamanya para petani sawah atau padi.

Kesepakatan bersama ini tentunya dalam kaitannya, kita ini punya great design (desain besar) tentang bagaimana meningkatkan produksi pertanian terutama padi di Gorontalo. Kita punya mimpi dengan adanya kesepakatan-kesepakatan seperti ini, kedepan panen padi kita di Bonebol itu bisa setahun 3 kali. Pada saatnya nanti diharapkan bisa 4 kali dalam setahun.

Pemerintah tentunya akan mengambil peran, terutama dalam perbaikan salurannya. Irigasinya diperbaiki, bibitnya kita siapkan, pupuknya, penyuluh kita siapkan, akses pasar juga kita saling membantu.

”Ini kan sesuatu yang holistik, melibatkan banyak orang dan banyak pihak. Jika  itu boleh kita rapikan, Insya Allah produksi padi kita bisa naik dari musim ke musim atau dari tahun ke tahun,”urai Hamim Pou.

Sebelumnya, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bonebol, Roswaty Agus menjelaskan musyawarah hampur tanam ini diintegrasikan dengan kegiatan pelayanan kesehatan hewan dan pelaksanaan inseminasi buatan (IB) untuk sapi-sapi warga yang sudah birahi.

Selain itu, dirangkaikan dengan penyerahan alat mesin pertanian dalam rangka mendukung luas tambah tanam padi dan jagung di wilayah Kabupaten Bonebol.

”Di dalam mendukung luas dan kegiatan percepatan tambah tanam padi dan jagung ini, pemerintah daerah telah mengalokasikan bantuan, baik yang bersumber dari APBD 1 maupun dari APBD 2, untuk alokasi luasan sekitar 1.800 ha,”jelas Roswaty Agus. (Hms/Kadir/Sofyan)