BONEBOL – Bupati Bone Bolango (Bonebol) Hamim Pou dipercaya menjadi salah satu narasumber pada seminar yang dilaksanakan di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Seminar yang mengangkat tema “Penentuan Kebutuhan Hutan Tetap Lestari Untuk Mendukung Pencapaian SDG’S” tersebut, diikuti peserta dari akademisi, birokrasi, swasta dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), berlangsung di Aula Ahmad Baehaqie, P4W-LPPM IPB, Kampus IPB, Jumat (9/3).
Dihadapan para ilmuan IPB, akademisi, birokrasi, swasta, dan LSM, Bupati Bonebol Hamim Pou, memaparkan tentang peluang dan tantangan pengelolaan kawasan hutan dalam pembangunan daerah.
Pada kesempatan itu, Bupati Hamim Pou, memaparkan bahwa menjadi isu strategis tantangan dalam pengelolaan kawasan hutan dalam pembangunan daerah, khusus di Kabupaten Bonebol, antara lain kemiskinan penduduk di desa-desa penyangga hutan. Selain itu, desa tertinggal rawan peladang berpindah, terbatasnya kewenangan pengelolaan hutan, daerah rawan bencana alam, dan terdapat 62 desa berdampingan dengan kawasan hutan.
Sementara yang menjadi peluang, kata Hamim Pou, hutan di Bonebol menjadi sumber air bersih tiga wilayah, yakni Kabupaten Bonebol sendiri, Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo. Kemudian, menjadi sumber energi baru terbarukan, penyangga ketahanan pangan daerah, pengembangan obyek pariwisata/ekowisata unggulan.
Tidak hanya itu, lanjut Hamim, Bonebol juga menjadi sumber hijauan pakan ternak sapi potong, kawasan pertanian organik terpadu Kecamatan Pinogu, dan pengembangan komoditi unggulan Kopi Pinogu.
Dia menambahkan, di Bonebol memiliki tataguna lahan berdasarkan jenis dan tipe lahan, meliputi hutan negara seluas 140.318 hektar, lahan kering 94.237 hektar, lahan hortikultura 6.778 hektar, lahan perkebunan 28.526 hektar, lahan kering (potensi palawija) 12.084 hektar, dan lahan basah (sawah) 2.300 hektar. (Hms/Kadir)