BONEBOL – KORAN SINDO dan SINDOnews.com kembali menghadirkan program Indonesia Visionary Leader (IVL) sesi ke-5, di Auditorium Utama Gedung SINDO, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Tahun ini program IVL mengangkat tema “Memacu Visi Menuju Kedigdayaan Investasi”. IVL kali ini menghadirkan dewan juri yang berkompeten di bidangnya yakni Akmal Malik, selaku Dirjen Otonomi Daerah Kementrian Dalam Negeri RI, Andi Ilham Said, selaku Ketua Pembina Indonesia Institute Corporate, Firmanzah, selaku Rektor Universitas Paramadina, dan Gun Gun Heryanto, selaku Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute.
Hamim terpilih menjadi salah satu kepala daerah yang tampil mempresentasikan keberhasilan program kerjanya dalam memimpin Kabupaten Bone Bolango. Dihadapan dewan juri, Hamim memperkenalkan Bone Bolango sebagai Kabupaten Konservasi.
Dengan wilayah hampir 70% wilayahnya sebagai taman nasional, Hamim meyakinkan dewan juri bahwa hal itu bukan menjadi hambatan tapi justru sebagai sebuah kesempatan, terutama di pariwisata.
"Pendekatan pembangunan saya mengedepankan green inovation, menjadikan hutan taman nasional sebagai potensi pariwisata dan juga pengembangan sumber hasil pangan yang serba organik, dari coklat, kopi, gula aren dan produk pertanian lain,"papar Hamim.
Selain itu, Hamim juga mempresentasikan keberhasilan Bone Bolango dalam izin investasi dan administrasi kependudukan yang serba cepat dengan sistem terdigitalisasi.
Firmanzah, rektor Universitas Paramadina yang tampil menguji langsung Hamim mengaku sangat terkesan dengan presentasi Hamim. Firmanzah mempertanyakan kiat Hamim dalam mengelola Kabupaten Konservasi yang pro pelestarian lingkungan dihadapkan dengan adanya pengelolaan tambang emas di Bone Bolango.
"Saya terkesan dengan presentasi pak Bupati, memadukan program kabupaten konservasi di satu sisi pengelolaan tambang berjalan. Ini bukan hal mudah,"ucap Firmanzah.
Bone Bolango menjadi katalisator kabupaten konservasi dengan menghadirkan hampir seluruh Bupati yang daerahnya terdapat hutan taman nasional. Kerja-kerja inisiatif seperti ini yang mendorong pemerintah pusat untuk memberi perhatian lebih kepada pemerintah daerah.
Selain itu, Hamim juga tampil mempresentasikan transaksi keuangan non tunai di antar lembaga pemerintah daerah hingga ke pemerintah desa di Bone Bolango, juga inovasi desa digital yang menjadi percontohan daerah lain.
Respon positif dari setiap juri, menjadikan Hamim optimis untuk terus membangun terobosan baru bagi Bone Bolango."Kedepan saya akan memaksimalkan pendapatan daerah di bidang pariwisata. Dengan segala keterbatasan, kita memaksimalkan pembangunan,"tegas Hamim. (HumasPro)