Bone Bolango – Bupati Bone Bolango Hamim Pou mengatakan jika ingin Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik, maka tugas kita harus bagaimana meningkatkan dulu pendapatan rakyat. Salah satunya dengan membangun, memperbaiki, memperbanyak, dan meningkatkan layanan publik. 

Bagaimana kita meminta warga bayar pajak, bayar retribusi sementara kita sebagai negara maupun aparat pemerintah tidak menciptakan lapangan kerja dan memperbaiki layanan publik. 

"Lapangan kerja dan layanan publik kita tidak tersedia maupun tidak memadai,”kata Hamim Pou pada rapat koordinasi dan evaluasi penerimaan PAD tingkat Kabupaten Bone Bolango tahun 2017, di ruang Huyula Kantor Bupati, Kamis (21/12).

Menurut Hamim, banyak teori-teori ekonomi menegaskan bahwa kalau mau PAD naik, maka kita harus meningkatkan pendapatan rakyat. Salah satunya adalah dengan membangun, memperbaiki, memperbanyak, dan meningkatkan layanan publik. 

“Ini paling penting, karena kesempatan-kesempatan untuk mereka para rakyat mendapatkan pekerjaan itu menjadi salah satu tugas negara maupun pemerintah dan itu merupakan perintah Undang-Undang Dasar,”tegas Hamim Pou.

Memang PAD Bone Bolango dari tahun ke tahun naik, tapi belum signifikan. Lihat peran PAD kita dalam membentuk APBD. Dari tahun ke tahun kontribusi dana transfer apakah itu DAU maupun DAK selalu meningkat tajam, tapi itu tidak berbanding lurus dengan kemampuan kita meningkatkan dan menggenjot PAD.

“Tahun 2018 APBD kita di Bone Bolango lebih dari Rp1 triliun. Dua tahun lalu PAD kita, itu bisa berkontribusi terhadap pembentukan APBD Bone Bolango sekitar 7%. Nah, sekarang dengan transfer yang begitu besar, maka kontribusi kita semakin kecil. Ini karena PAD-nya kita yang lambat, disisi lain transfer ke daerah luar biasa besarnya,”ujar Hamim.

Karena itu, maka salah satu tugas kita sebagai aparat di Kabupaten Bone Bolango, mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat desa dan kelurahan, serta dusun/lingkungan, adalah bagaimana terus meningkatkan kemandirian, dalam rangka untuk terus menggenjot penerimaan PAD.

Sebelumnya, Plt. Kepala Badan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BKPD) Bone Bolango Jusni Bolilio menjelaskan tujuan dilaksanakannya Rakorev PAD adalah merupakan salah satu sarana untuk melakukan evaluasi dan menemukan solusi atas hambatan-hambatan yang dihadapi dalam peningkatan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam penyelenggaraannya, Rakorev PAD yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada pemerintah desa/kelurahan/kecamatan atas capaian realisasi PBB-P2.

Selain itu, sebagai sarana untuk meningkatkan upaya peningkatan kinerja, semangat kerja, pendapatan daerah dan pelayanan kepada masyarakat demi tercapainya peningkatan PAD dengan pemberian penghargaan kepada Pemerintah Desa/Kelurahan/Kecamatan atas capaian realisasi PBB-P2.(Hms/Kadir/SOfyan)