BONE BOLANGO – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KB-P3A) Kabupaten Bone Bolango menyebutkan jumlah peserta program Keluarga Berencana (KB) baru di daerah itu mencapai 6.346 peserta atau 112,10 persen.
“Data tersebut berdasarkan kondisi program KB Kabupaten Bone Bolango dari bulan Januari-Desember 2016. Jumlah 6.346 peserta ini melampaui dari Kontrak Kinerja Program (KKP) 5.661 peserta KB dan menjadi peringat I di Provinsi Gorontalo,” kata Kepala DP2KB-P3A Bone Bolango, Samsia Melu pada Rakorda program KKBPK tingkat Kabupaten Bone Bolango tahun 2017, di Graha Ibu Kota Gorontalo, Senin (3/4).
Selain itu, untuk capaian jumlah peserta KB baru Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sebesar 1.863 dari KKP 1.143 atau 162,81 persen, juga merupakan peringat pertama di Provinsi Gorontalo. Begitu juga untuk capaian jumlah peserta KB pria (pemakai kondom) itu sebanyak 320 peserta atau 31 persen dan juga menjadi peringat pertama di Provinsi Gorontalo.
Samsia Melu menjelaskan untuk peserta KB baru itu terbagi ke dalam tujuh metode atau mix kontrasepsi, seperti IUD KKP 180 peserta capaian sebanyak 581 peserta, Medis Operasi Wanita (MOW) dengan KKP 96 capaian 150 peserta, Media Operasi Pria (MOP) dengan KKP 25 capaian 15 peserta, implant dengan KKP 843 capaian 1.080 peserta, suntik dengan KKP 2.037 capaian 2.555 peserta, pil KB dengan KKP 2.441 capaian 1.774, dan kondom dengan KKP 39 capaian 191 peserta.
Sementara itu, untuk pencapaian peserta KB aktif sampai Desember 2016 sebesar 23.347 atau 79,34 persen dari pasangan usia subur 29. 428 dengan mix kontrasepsi, diantaranya IUD 4.291 atau 14,58 persen, MOW 725 atau 2,46 persen, MOP 174 atau 0,60 persen, implant 6.540 atau 22,22 persen, suntik 6.425 atau 21.83 persen, Pil KB 4.209 atau 14.30 persen, dan kondom 983 atau 3.35 persen.
Selanjutnya, data untuk Pasangan Usia Subur (PUS) bukan peserta KB (Unmet Need) sebesar 6.081 atau 20,66 persen dari PUS 29.428, yakni hamil 653 atau 2,22 persen, IAS (Ingin Anak Segera) 1.898 atau 6,45 persen, Ingin Anak Tunda (IAT) 1.684 atau 5,72 persen, dan Tidak Ingin Anak Lagi (TIAL) 1.846 atau 6,27 persen.“Ini adalah Unmet Need yang harus digarap, karena menjadi syarat pelayanan KB. Kita masih cukup tinggi sebanyak 3.520 atau 12 persen,”beber Samsia Melu.
Untuk itu, Samsia mengungkapkan ke depan program KB ini perlu terus ditingkatkan. Mengingat, program KB ini merupakan investasi jangka panjang, dan bermanfaat meningkatkan kualitas hidup, untuk menentukan kejayaan bangsa. (Hms/Kadir)