BONEBOL – Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango (Bonebol), Ishak Ntoma meminta kepada instansi terkait untuk berkolaborasi dan bersinergi terhadap data kepesertaan BPJS Kesehatan di daerah itu.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan termasuk di dalamnya Puskesmas, dan pihak BPJS Kesehatan harus berkolaborasi dan bersinergi untuk data kepesertaan BPJS Kesehatan di Bonebol.
“Saya tidak mau lagi mendengar ada data kepesertaan BPJS Kesehatan yang tercecer, dalam program jaminan kesehatan, baik nasional, provinsi dan kabupaten. Apakah itu, lewat program jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Jaminan Kesehatan Semesta (Jamkesta) maupun Jaminan Kesehatan Pro Rakyat (Jamkespra),”tegas Ishak Ntoma, di Kantor Bupati Bonebol, Senin (21/5).
Menurut dia, selama ini kita sudah berusaha mensinkronkan dan menselaraskan data kepesertaan BPJS Kesehatan itu, tapi selalu disana-sini masih banyak hal yang perlu kita benahi.
Oleh karena itu, kehadiran Kepala Dinas Sosial yang baru, Dian Susilo, ini harapkan bisa memberikan kontribusi, kolaborasi dan sinergi dengan Disdukcapil Bonebol untuk melengkapi data kepesertaan BPJS Kesehatan. Termasuk juga data untuk BPJS Ketenagakerjaan, dan data rumah tangga miskin (RTM) di Bonebol.
“Persoalan data ini yang sangat penting bagi kita. Baik itu data untuk kepesertaan BPJS, data soal kemiskinan, termasuk di dalamnya data pelayanan publik khususnya mutasi atau perbaharuan KTP, Akta Kelahiran, Akta Kematian, dan KK yang dibutuhkan publik,”tegas Ishak Ntoma.
Sekda menambahkan, banyak hal yang perlu dituntaskan terutama oleh Dinas Sosial. Disamping data kepesertaan BPJS Kesehatan, juga termasuk di dalamnya program keberlangsungan tabungan maupun santunan untuk anak yatim. (Hms/Kadir)