BONEBOL – Perjalanan panjang pengabdian Kesatuan Angkatan Laut di wilayah Gorontalo diawali dengan terbentuknya stasion TNI AL (SIONAL) di Leato Selatan 11 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 7 Mei 2007.
Seiring dengan dinamika perkembangan lingkungan strategis yang berdampak pada tuntutan tugas kebutuhan organisasi, maka keberadaan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) di wilayah Gorontalo telah mengalami perubahan statusnya.
Hal ini diutarakan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Gorontalo, Letkol Laut (P) Tonny Sundah, M.Tr.HANLA pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 Pangkalan TNI AL Gorontalo, di Pantai Kurenai Desa Botubarani Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango (Bonebol), Sabtu (12/5).
Danlanal Gorontalo Letkol Laut (P) Tonny Sundah mengatakan, hingga saat ini Lanal Gorontalo menjadi lanal dengan type "C" dipimpin oleh pamen berpangkat Letnan Kolonel dan kedepan sesuai dengan rencana kerja KASAL tahun 2018 ini, status Lanal Gorontalo akan berubah menjadi Lanal dengan Type “B” yang dipimpin oleh pamen berpangkat kolonel.
Menurutnya, kedudukan Lanal Gorontalo sebagai komando pelaksana dukungan memiliki peran yang sangat strategis dalam pencapaian tugas Komando Armada RI Kawasan Timur maupun TNI AL secara keseluruhan.
Dia mengungkapkan, tantangan tugas Lanal Gorontalo sebagaimana tuntutan peran, fungsi dan tugas pokok ke depan semakin komplek.”Untuk itu, Lanal Gorontalo harus mampu berperan dibaris terdepan dalam mempertahankan wilayah perairan yurisdiksi nasional dan ikut bertanggungjawab dalam memberikan jaminan maupun stabilitas keamanan laut di wilayah kerjanya secara profesional,”ungkap Tonny Sundah.
Disamping itu, Lanal Gorontalo harus mampu memberikan kontribusi positif sebagai motivator dan dinamisator dalam pembangunan kelautan di daerah khususnya Provinsi Gorontalo sesuai fungsi dan kewenangannya.
Disisi lain, Tonny Sundah menambahkan, kebijakan pemerintah pusat dan daerah memprioritaskan pembangunan di wilayah perbatasan baik pembangunan fisik maupun non fisik melalui program pemerintah yakni percepatan pembangunan wilayah terdepan NKRI.
Demikian pula kebijakan pemimpin TNI dan TNI AL telah merespon kebijakan pemerintah dengan memprioritaskan pembangunan kekuatan dan kemampuan TNI/TNI AL khususnya di wilayah Gorontalo serta melaksanakan pengamanan di seluruh wilayah perbatasan.
Terkait hal tersebut, lanjut Tonny Sundah, di Kabupaten Gorontalo Utara menunggu proses sertifikasi lahan selesai, dan akan dibangun pangkalan TNI AL Gorontalo Utara yang dipimpin pamen berpangkat type "D" Mayor.
Selain itu, Lanal Gorontalo juga telah mengusulkan dan menyiapkan rencana pembangunan berupa kekuatan pengembangan pos-pos TNI AL (posal) di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo, peningkatan sarana dan prasarana pangkalan.
Selanjutnya, peningkatan kemampuan penginderaan seperti yang telah Lanal Gorontalo miliki, yaitu satuan radar di Desa Mutiara Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara yang dapat memonitor pergerakan kapal-kapal yang melintas disektor utara Provinsi Gorontalo, serta penambahan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) yang telah ada. (Hms/Kadir)