BONEBOL – Tim East Fleet Quick Respon (EFQR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Gorontalo berhasil menangkap sebuah kapal ikan berbendera Indonesia “Kosita” yang disinyalir melaksanakan penyelundupan narkoba dan berusaha memasukkan barang haram tersebut ke wilayah Indonesia Bagian Timur, tepatnya di perairan laut di Desa Botubarani Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango (Bonebol).
Keberhasilan tim EFQR dalam menangkap sebuah kapal ikan dan menggagalkan penyelundupan narkoba ini, berdasarkan informasi yang diperoleh dari intelijen. Setelah dilaksanakan penyisiran oleh patroli udara dengan pesawat intai TNI AL, diketahui kapal ikan tersebut sudah memasuki teluk tomini wilayah perairan pantai Selatan Gorontalo.
Berdasarkan informasi tersebut, Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur memerintahkan jajaran dibawahnya yakni Komandan Lantamal Manado untuk melaksanakan aksi henrikhan, menindaklanjuti perintah Panglima, Komandan Lantamal VIII/MDO.
“Dengan sigap segera memerintahkan kepada kami selaku Danlanal Gorontalo. Berbekal perintah Danlantamal VIII/Manado tersebut, saya segera melaksanakan brefing dengan perwira staf,”ujar Danlanal Gorontalo, Letkol Laut (P) Tonny Sundah, M.Tr.HANLA.
Selanjutnya, lanjut Danlanal Gorontalo Letkol Laut (P) Tonny Sundah, melalui surat perintah memerintahkan tim EFQR maupun tim reaksi cepat Lanal Gorontalo untuk melaksanakan penindakan dengan taktis VBSS (Visit Board Searh and Seizure), yaitu kejar, naiki, periksa dan kuasai.“Tanpa mengulur waktu dan berbekal Sprin Danlanal tersebut, Ketua Tim EFQR bergerak dengan mengerahkan dua tim, tim alfa dan tim bravo,”kata Tonny Sundah.
Ditambahkannya, dengan berbekal informasi yang akurat dari staf Intelijen, selanjutnya tim Alfa berhasil menemukan keberadaan kapal ikan tersebut. Tim Alfa berusaha menghentikan kapal tersebut, namun ternyata kapal tersebut tidak mau berhenti dan berbalik melakukan penyerangan terhadap petugas, dengan menembak dengan membabi buta terhadap petugas.
Kemudian tim Alfa meminta bantuan, dengan memanggil tim Bravo selaku tim penindak.”Dengan gerakan cepat, gesit dan taktis melakukan pengejaran, dengan membutuhkan hanya beberapa menit tim Bravo berhasil menghentikan kapal tersebut, dan akhirnya berhasil dikuasai oleh tim EFQR,”jelas Tonny Sundah.
Selanjutnya tim Bravo melaksanakan pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku, dan didapatkan kapal tersebut membawa 200 Kg sabu-sabu.”Dengan adanya bukti kuat kapal melaksanakan pelanggaran, maka selanjutnya kapal dkawal menuju ke Mako Lanal Gorontalo untuk dilaksanakan proses lebih,”tutur Tonny Sundah.
Proses penangkapan sebuah kapal ikan berbendera Indonesia yang membawa 200 Kg sabu-sabu tersebut, diperagakan dalam sebuah simulasi maupun demostrasi tim EFQR Prajurit Lanal Gorontalo, di perairan laut Desa Botubarani Kecamatan Kabila Bone, dalam rangkaian HUT Lanal Gorontalo ke-11 tahun 2018.
Demostrasi ini dilaksanakan dalam rangka melatih profesionalisme prajurit TNI AL Lanal Gorontalo, khususnya di dalam melaksanakan penindakan tindak pidana di laut.”Jadi mereka tim EFQR ini adalah prajurit terbaik Lanal Gorontalo yang telah melaksanakan demostrasi untuk menangkap kapal dicurigai membawa narkoba tersebut,”tutup Danlanal Gorontalo Tonny Sundah. (Hms/Kadir)