BONE BOLANGO – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meminta kepada seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat bersatu padu secara aktif untuk melakukan upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di seluruh pelosok Nusantara.
Permintaan tertulis Presiden RI Joko Widodo ini, diutarakan Sekretaris Daerah (Sekda) Bone Bolango saat memberikan sambutan dan arahan pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2017 tingkat Kabupaten Bone Bolango yang dirangkaikan dengan apel Korpri, bertempat di lapangan Futsal kompleks kantor Bupati, Senin (17/7).
Sekda Bone Bolango Ishak Ntoma menyebutkan ada tujuh poin yang dimintakan Presiden RI kepada kita selaku unsur pemerintahan dan masyarakat, khususnya di Kabupaten Bone Bolango, pertama masyarakat diminta harus melakukan pencegahan penyalahgunaan narkotika mulai dari lingkungan keluarga dan tempat tinggal dengan membentuk relawan anti narkoba tingkat rukun tetangga.
Kedua, masyarakat agar melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila mengetahui bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dilingkungan tempat tinggal. Ketiga, masyarakat agar tidak malu dan tidak khawatir melaporkan keluarganya yang menjadi pecandu untuk dilakukan rehabilitasi agar menjadi pulih. Keempat, meminta agar unsur pemerintahan dan aparat penegak hukum memberikan perhatian untuk memiskinkan bandar narkoba dalam rangka penegakan hukum kasus tindak pidana pencucian uang.
Selanjutnya yang kelima, melakukan tindakan yang tegas kepada aparat penegak hukum yang terbukti melindungi bandar narkoba. Keenam, melakukan penguatan pencegahan kepada seluruh lapisan masyarakat melalui kurikulum dan sarana prasarana yang tersedia. Dan yang ketujuh, perjuangan untuk melakukan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan tanggung jawab bersama.
“Mari kita jadikan momentum puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2017 yang mengusung tema “peran aktif dan pendayagunaan seluruh komponen dan potensi bangsa dalam menghadapi keadaan darurat narkoba menuju Indonesia yang sehat” untuk melakukan aksi bersama membebaskan bangsa ini dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika,”tandas Sekda Ishak Ntoma. (Humas/Kadir)