Bone Bolango – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H/2017 M yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango melalui Bagian Kesra Setda Bone Bolango berlangsung semarak, bertempat di Masjid Agung Al-Marhamah Suwawa.

Bupati Bone Bolango Hamim Pou dalam sambutannya pada peringatan Maulid Nabi secara nasional, Kamis (30/11) malam, mengatakan Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada mulanya diperingati untuk membangkitkan semangat umat Islam. Sebab waktu itu umat Islam sedang berjuang keras mempertahankan diri dari serangan tentara salib Eropa, yakni dari Prancis, Jerman, dan Inggris.

Menurutnya, kita mengenal musim itu sebagai Perang Salib atau The Crusade. Pada tahun 1099 M tentara salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil Aqsa menjadi gereja.

“Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan dan persaudaraan ukhuwah. Secara politis memang umat Islam terpecah-belah dalam banyak kerajaan dan kesultanan,” ujar Hamim Pou.

Pada kesempatan itu, Hamim Pou mengimbau perayaan Maulid Nabi kali ini agar dijadikan semangat untuk membangun peradaban di daerah ini, sehingga kehidupan masyarakat penuh dengan keteladan Rasulullah SAW yang sifat-sifat terpuji yakni sidik (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathanah (cerdas). 

Kepada para pezikir, Hamim Pou berharap agar melaksanakan dikili (dzikir) dengan penuh ikhlas semata-mata bertujuan untuk meneladani dan mencintai Rasulullah SAW.

“Insya Allah lantunan zikir dan salawat semalam suntuk akan menjadi syafaat yang kita terima di yaumil akhir nanti,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Kesra Setda Bone Bolango, Moh Iriyanto Datau didampingi Kasubag Keagamaan Imran Gaib menjelaskan tujuan pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H, antara lain untuk meningkatkan Ukhuwah Islamiah, dan melestarikan budaya daerah Gorontalo yang berfalsafah 'Adat bersendi Syara’ dan Syara’ Bersendikan Kitabullah.
Moh Iriyanto Datau menambahkan untuk pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW secara tradisional diikuti 250 orang pedzikir, termasuk di dalamnya panitia dan pemangku adat. 

“Sebanyak 73 tolangga dan walima 73, serta 55 toyopo semuanya dibagikan kepada para pedzikir yang melakukan dzikir semalam suntuk dan juga kepada para panitia dan pemangku adat,” tutupnya. (Hms/Kadir/Sof)