BONEBOL – Lebih dari 5.000 orang jamaah tabligh dari kecamatan di Provinsi Gorontalo dan sebagian dari Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, berkumpul di Masjid Al-Amin Desa Boludawa Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango (Bonebol).
Kehadiran ribuan jamaah tabligh ini, dalam rangka melaksanakan musyawarah daerah (Musda) jamaah tabligh Provinsi Gorontalo tahun 2018, sekaligus membahas dan mengevaluasi setiap amalan jamaah tabligh yang sudah dihidupkan oleh para anggota jamaah tabligh di setiap masjid-masjid. Kegiatan itu dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 10-11 Maret 2018.
Wakil Bupati Kabupaten Bone Bolango (Bonebol), Mohamad Kilat Wartabone yang hadir pada saat itu, menyambut baik kegiatan Musda daripada jamaah tabligh tersebut dan dilaksanakan di Bonebol.
“Kami selaku pemerintah daerah, tentunya sangat berterima kasih kepada duta-duta jamaah tabligh yang datang dan bermusyarah di Bonebol. Semoga pelaksanaan Musda jamaah tabligh ini menjadi satu rahmat dari Allah SWT untuk Provinsi Gorontalo, khususnya Kabupaten Bonebol,”ujar Wabup Kilat Wartabone, Sabtu (10/3) malam.
Safri Puili, warga setempat, mengaku bersyukur dengan pelaksanaan Musda jamaah tabligh tersebut. Dia menilai, dengan adanya kegiatan keagamaan seperti ini, tentunya dapat meningkatkan pembangunan di sektor keagamaan.”Dengan adanya kegiatan Musda ini, yang tadinya tidak sholat-sholat, sekarang sudah sholat-sholat di masjid,”kata Safri Puili.
Kemudian akan meningkatkan ukhuwah Islamiyah. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga sangat berdampak pada sektor ekonomi masyarakat setempat. Buktinya, banyak pedagang-pedagang kecil yang berjualan di lokasi pelaksanaan kegiatan Musda, dan rata-rata jualan mereka laris.
Hal serupa juga diutarakan, ustadz Mohamad Fajar Thalib, yang juga warga Bonebol. Dia mengakui, dengan pertemuan Musda jamaah tablig itu, para ulama maupun ustadz merasa terbantukan. Mengapa? Karena dakwah daripada jamaah tabligh berpusat di masjid dan mengajak umat kepada masjid.
“Jadi dengan adanya pertemuan ini, bisa menjadi inspirasi dan mendorong kita untuk senantiasa berjamaah, berkumpul bersama-sama menjalin ukhuwah dan menjalin persatuan,”ujar Mohamad Fajar Thalib.
Menurutnya, banyak orang menyangka bahwa dakwah ini tugas ulama maupun tugas penceramah saja, itu salah. Dakwah ini tanggungjawab umat semua.”Jadi siapa saja bisa mengajak kepada kebaikan dan siapa saja bisa mencegah daripada kemungkaran,”jelas Mohamad Fajar Thalib.
Dia menambahkan, jika dakwah ini ditumpukkan kepada ulama, maka ulama yang sedikit ini tidak akan mampu menghendel masyarakat maupun umat yang begitu banyak.
”Nah, dengan datangnya dan berkumpulnya jamaah tabligh ini, kami sebagai ustadz dan juga selaku ulama, merasa terbantu dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh jamaah tabligh,”jelas Mohamad Fajar Thalib. (Hms/Kadir)