Hamim : Kebijakan Umum Anggaran Tahun 2020 Diarahkan Untuk Lima Program Prioritas

 

BONEBOL - Menjadi tahun terakhir pemerintahan dirinya bersama Wakil Bupati Mohamad Kilat Wartabone atau pemerintahan Hamim-Kilat (HAK). Bupati Bone Bolango Hamim Pou memastikan kebijakan umum anggaran semakin lebih dimaksimalkan untuk rakyat di tahun 2020 nanti.
Hal ini diutarakan Hamim Pou saat diwawancarai awak media usai rapat paripurna penandatanganan nota kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten dengan DPRD terkait Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara APBD (KUA PPAS) tahun 2020, di ruang sidang DPRD Bone Bolango, Selasa malam (22/10/2019).
Hamim mengarahkan kebijakan umum anggaran tahun 2020 ke lima program prioritas, seperti peningkatan kualitas SDM yang sejalan dengan RPJMN dan prioritas Presiden, meningkatan kualitas layanan kesehatan, peningkatan layanan dibidang pendidikan, peningkatan pembangunan dibidang pertanian, perikanan kelautan, dan desa, peningkatan pembangunan pariwisata dan lingkungan hidup.
Diharapkan dengan lima prioritas itu akan mendapatkan lima hasil misalnya terjadinya penurunan kemiskinan, perbaikan layanan publik, terjadinya peningkatan lapangan pekerja,perbaikan pendapatan asli daerah disamping meningkatnya mutu sumber daya masyarakat,
"Kebijakan umum anggaran 2020 adalah tahun terakhir. Karena Pilkada September tahun depan kami menganggap ini adalah tahun terakhir kepemimpinan kami bersama pak Kilat. Maka kebijakan umum anggaran kita akan prioritaskan menciptakan lima hal prioritas yang diharapkan bisa mendatangkan lima hasil, "ujar Hamim.
Raport selama ini kata Hamim, sudah menunjukan progres dari tahun ke tahun selalu membaik di antaranya IPM Bonebol nomor dua tertinggi di Provinsi Gorontalo setelah Kota Gorontalo. Kemiskinan terendah kedua setelah Kota Gorontalo. Juga terendah dari sisi kesenjangan Gini ratio bahwa kesenjangannya tidak mengkhawatirkan.
Kemudian dari sisi kinerja pendidikan dan kesehatan serta akuntabilitas sudah bagus bahkan sangat baik di Sulawesi yang ditunjukan dimana tahun depan Bonebol mendapatkan insentif paling tinggi yang disebut Dana Insentif Daerah (DID) sebanyak Rp41,2 Miliar."Itulah yang tinggi diantara kabupaten dan provinsi yang ada di Gorontalo,”jelas Hamim.
Ia menambahkan, kenapa DID Bonebol sangat tinggi karena kinerja kita membaik sampai sakibnya BB. Hanya masih perlu menjadi catatan adalah dari sisi PAD. Kita harus berjuang menambah satu persen saja kita bisa mendapatkan insentif dengan pad kita hari ini baru Rp87 miliar.
Angka itu menurutnya masih kecil dibanding APBD itu sendiri yang lebih dari 1 triliun. Sehingga baru menyumbang sekitar 8 persen yang semestinya ideal 11 persen. Kalau perlu ditahun akan datang 20 persen lagi.”Ini hal yang perlu diperjuangkan di tahun 2020, "jelasnya.
Hamim berkomitmen untuk menyelesaikan infrastruktur utama Bonebol dengan memacu penyelesaian pembangunan Hotel dan rumah adat Suwawa, gedung DPRD, terus membangun RSUD Toto Kabilla, menyelesaikan Islamic Center, dan mengembangkan stadion Bonebol.
"Satu-satunya yang akan kita bangun tahun depan adalah taman air mancur. Selebihnya adalah melanjutkan dan menuntaskan proyek-proyek yang tidak selesai tahun ini dan karena anggaran terbatas,”beber dia.
Tahun depan juga, lanjut Hamim, Bonebol akan menghadapi pembiayaan sangat berat karena menghadapi menyiapkan pilkada yang menguras anggaran daerah hampir 40 miliar. Kemudian ada rekrutmen ASN, belum lagi perbaikan tambahan penghasilan pegawai (TPP).”Sudah tahun keempat tidak pernah kita naikan dan ini tentunya kita harus beri apresiasi ada kinerja mereka yang baik maka sudah saatnya TPP ASN diperbaiki,"pungkasnya. (HumasPro/AKP)