Porprov 2020, 13 Cabor Harus Dipertandingkan
Bagikan
Ketua KONI Bone Bolango Yakub Tangahu saat menghadiri pertemuan dengan pelatih cabang olahraga, di Kantor Dispora Bone Bolango baru-baru ini. (F.dok. istimewa).

BONEBOL – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bone Bolango Yakub Tangahu berharap kepada Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Gorontalo agar mempertandingan 13 cabang olahraga (Cabor) pada Pekan Olahraga Pelajar Tingkat Provinsi (Porprov) ke-10 tahun 2020 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo Utara.
Menurut dia, kalau hanya 7 Cabor yang dipertandingkan lebih baik Porprov ditiadakan saja. Karena Cabor yang dikeluarkan pada Porprov itu adalah cabang-cabang olahraga andalan di Pekan Olahraga Nasional (PON).
Ke-13 Cabor itu meliputi, tenis lapangan, bola basket, bulutangkis, catur, sepakbola, tenis meja, taekwondo, sepak takraw, pencak silat, karate, renang, atletik, dan bola voli.
Olehnya itu, lanjut Yakub Tangahu, untuk PON pada tahun 2024 mendatang, kita sudah harus siapkan atlet yang junior atau yang sekarang. Kalau Cabor andalan kita itu dihilangkan pada Porprov sebaiknya tidak perlu dilaksanakan Porprov. Tapi kalau 13 Cabor dipertandingkan itu lebih bagus.
Apalagi ke 13 Cabor tersebut lolos di PON semua. Sangat ironis kalau di Porprov yang akan dilaksanakan di Gorontalo Utara nanti tidak dipertandingkan. Sebaiknya kita cari saja Cabor yang tidak dipertandingkan di PON itu dihilangkan saja.”Jangan Cabor yang kita andalkan di PON justru dihilangkan di Porprov,”tegas Yakub Tangahu, Minggu (26/1/2020).
Yakub yang didampingi Kadispora Muhamad Yamin Abbas mengungkapkan, atlet Porprov itu adalah usia dini. Jadi empat tahun mendatang mereka bisa kita pakai untuk PON tahun 2024. Kalau itu dihilangkan, kita tidak punya atlet lagi yang boleh kita bina untuk kedepan.
Selaku Ketua KONI Bone Bolango, Yakub pun berharap agar 13 Cabor ini harus bisa dipertandingkan di Porprov. Kalau arenanya tidak ada di Gorontalo Utara. Contoh, kita dulu di Bone Bolango ditunjuk sebagai tuan rumah. Sementara kita tidak ada kolam renangnya, maka kita pinjam kolam renang di Kota Gorontalo dan itu tidak dilarang.
Porprov itu pembinaan atlet muda. Nah, kapan lagi kita melaksanakan pembinaan kalau bukan di Porprov untuk menghadapi PON tahun 2024.”Jadi Porprov tahun ini itulah untuk persiapan PON 2024,”ungkap Yakub yang turut didampingi pula Kabid Olahraga Mushonnif Bau. (AKP)

 

Bagikan